Sejarah Pengadilan

SEJARAH PENGADILAN AGAMA GARUT

 

Berdirinya Pengadilan Agama Garut tidak terlepas dari sejarah berdirinya Pengadilan Agama di Nusantara, di mana dalam awal perkembangannya tidak berbentuk Institusi tetapi hanya merupakan Tauliah kepada ulama terkemuka yang mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalah hukum Islam serta dapat dipercaya oleh masyarakat. Tempatnya pun terkadang di rumah ulama atau kalau bersifat majelis diselesaikan di serambi mesjid, sehingga terkenal dengan Pengadilan Serambi Mesjid.

Sepanjang yang penyusun dapatkan informasinya,  Pengadilan Agama Garut secara resmi menjadi sebuah institusi dan dipimpin oleh seorang penghoeloe, yaitu sejak  sebelum tahun 1929, ketika itu Holf Penghoeloe Raad Agama (semacam direktur Bapera) Muhammad Djambe. Hal tersebut dapat dilihat dari prasasti pemugaran Kantor Raad Agama Garut pada tanggal 18 Juni 1929 dan selesai didirikan lagi pada tanggal 21 Agustus 1929, diperluas pada tahun 1974 yang terletak di samping sebelah utara Mesjid Agung Garut. Secara berturut-turut sejak tahun 1961 sampai tahun 1976 Pengadilan Agama Garut dipimpin oleh ulama yang  berlatar  belakang  pendidikan  pesantren,  antara  lain :  K.R. Syukur, KRU. Abdullah, KRH. Hidayatullah dan K. Ahmad Thoha. Kemudian pada tahun  1976 Pengadilan Agama Garut mulai dipimpin oleh seorang sarjana syari’ah/sarjana hukum, tetapi masih tetap tidak melepaskan representasi keulamaan yang menjadi karekter  pengadilan agama sejak terbentuknya.

Pada tahun 1981 gedung Pengadilan Agama Garut berpindah lokasi ke Jalan H. Hasan Arief No. 17, Rt. 04/Rw. 07 Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut (44151). Dan pada bulan Maret 2016, Pengadilan Agama Garut berpindah tempat ke Gedung Baru yang beralamat di Jalan Suherman No. 39 Kecamatan Tarogong Kaler. Gadung baru ini sudahrepresentatif dan sesuai dengan prototype Pengadilan Kelas I A. Gedung yang terdiri dari dua (2) lantai dan ruang parkir yang cukup luas serta adanya masjid yang memberikan kemudahan bagi seluruh unit pengadilan dan juga para pihak untuk melaksanakan ibadah. Dengan adanya gedung baru ini diharapkan dapat menjadi gedung yang ramah bagi publik yang ditunjukkan oleh keramahan aparatur peradilan dalam memberikan pelayanan yang prima kepada para pencari keadilan dan masyarakat umum.